Gamanews.id – Bandar Lampung,, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) setempat untuk segera menyelesaikan perizinan Sekolah Siger, program pendidikan gratis yang ditujukan bagi keluarga tidak mampu.
Asroni menilai, program ini penting untuk menjawab persoalan daya tampung SMA/SMK Negeri di Bandar Lampung yang belum mampu mengakomodasi seluruh lulusan SMP.
“Setiap tahun ada sekitar 15 ribu lulusan SMP di Bandar Lampung, sementara yang tertampung di sekolah negeri hanya sekitar 9 ribu. Artinya ada 6 ribu siswa yang tidak tertampung dan harus difasilitasi,” kata Asroni kepada Kantor Berita RMOLLampung, Jumat (11/7).
Ia menekankan, negara harus hadir untuk memberikan solusi bagi masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
“Yang punya biaya silakan ke swasta. Tapi yang tidak mampu ini bagaimana? Program Sekolah Siger hadir untuk itu. Kami di DPRD komitmen untuk mengawal,” tegasnya.
Asroni menjelaskan, saat ini empat SMA Siger akan dikelola oleh Yayasan Siger Prakarsa Bunda di bawah naungan Pemkot Bandar Lampung. Namun, proses legalisasi yayasan dan pendaftaran ke Kementerian Hukum dan HAM masih dalam tahap berjalan.
“Kami juga sudah menjalin komunikasi dengan Disdik, Gubernur Lampung, bahkan hingga kementerian terkait. Dan alhamdulillah, responnya baik,” ujarnya.
Menurut Asroni, dorongan DPRD bukan tanpa dasar. Sebelum disuarakan ke publik, pihaknya telah lebih dahulu berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.
“Kami tidak asal bicara. Komunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Gubernur sudah kami lakukan. Bahkan Gubernur merespon dengan sangat baik,” tutupnya.
